Waspadai Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran Bag I)

Bila di masa lalu dan masa-masa Kolonialisme Barat atas dunia Islam, permusuhan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen berbentuk fisik, maka belakangan ini bentuk penghancuran terhadap Islam mengambil bentuk yang lebih smart. Perang yang mereka lakukan bukan lagi perang angkat senjata, melainkan perang pemikiran.

Sepanjang sejarah peperangan fisik antara Yahudi-Kristen dengan umat Islam, umat Islam lebih banyak tercatat mendapatkan kemenangan daripada kekalahan. Kerugian yang mereka alami tidak lagi terhitung. Hari ini saja dapat kita saksikan betapa kuat dan tegarnya umat Islam di Palestina, Afghanistan,Libanon, dan belahan dunia Islam lain yang tengah berhadapan secara fisik dengan musuh-musuh mereka. Hujaman senjata malah semakin mudah membangkitkan militansi dan semakin mengobarkan semangat jihad.

Melihat kenyataan itu,musuh-musuh Islam, terutama Yahudi dan Nashrani semakin sadar bahwa melumpuhkan umat Islam hanya dengan mengandalkan kekuatan senjata sia-sia belaka. Harus ada cara lain yang lebih ampuh, lebih tepat, dan lebih berbahaya bagi umat Islam. Dan mereka menemukannya dengan baik yaitu perang pemikiran (ghazwul-fikr).

Pemikiran adalah basis dari keyakinan (akidah)Keyakinan umat Islam yang begitu kuat terhadap ajaran agamanya adalah sumber dari segala kekuatan umat Islam. Perang-perang fisik sejak zaman Rasulullah sampai sekarang dapat dihadapi umat Islam secara prima hanyalah disebabkan keyakinan (iman) yang begitu kuat. Tanpa itu mustahil ada kekuatan dahsyat dalam diri umat Islam yang tidak ditemukan pada yang lain. Berbagai teori ilmiah modern dapat
membuktikan betapa hebatnya pengaruh pikiran dan keyakinan (the power of mind). Oleh sebab itu, mereka kemudian mulai mengubah strategi menghadapi umat Islam.

Samuel Zwimmer pada Konferensi Missionaris di Yerussalem menulis prasaran mengenai strategi baru ini sebagai berikut:
Misi utama kita sebagai orang Kristen bukan menghancurkan kaum Muslimin, namun mengeluarkan orang Islam dari Islam, agar jadi orang Muslim yang tidak berakhlak Dengan begitu akan terbuka pintu bagi kemenangan imperialis di negeri-negeri Islam. Tujuan kalian adalah kaum penjajah, generasi yang malas, dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsunya.
Ya itulah salah satu strategi para musuh islam yang mesti kini hadapi dan Melalui strategi baru ini, yang kini lebih difokuskan Yahudi-Nashrani untuk melumpuhkan umat Islam adalah bagaimana menyerang pikiran-pikiran umat Islam agar semakin lemah keyakinannya. Saat keyakinan umat Islam lemah,akan dengan mudah mereka dilumpuhkan. Tidak ada lagi fondasi kuat yang dapat mempertahankan amal- Islamiyah yang harus mereka kerjakan.

Kalau umat Islam sudah tidak punya lagi motivasi ukhrawi,tidak akan ada lagi semua amal yang membahayakan musuh-musuh Islam. Bahkan akan dengan mudah umat Islam dibelokkan segala perbuatannya menjadi sama seperti apa yang dilakukan oleh musuh-musuh islam (Yahudi dan Nashrani. ) Di sinilah kebenaran abadi firman Allah SWT, Dan sekali-kali orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha kepadamu sampai kamu mengikuti agama (millah) mereka (QS Al-Baqarah [2]: 120).

Bersambung Next Insya Allah


Google Translite.



English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google