Benarkah Allah Menurunkan Banyak Agama?

BENARKAH Allah menurunkan banyak agama ??????????????

Ketika Adam dan Hawa diciptakan dan berketurunan dalam kelompoknya, Adam sudah diajarkan oleh Tuhannnya akan adanya Tuhan (Allah) yang menciptakannya. Dan syariatnya juga sudah ditetapkan dalam batas kemampuan umat saat itu. Tetapi saat Adam dan Hawa masih hidup, mereka belum mengenal tulis menulis apalagi kertas. Untuk itu tentu ajaran Illahi hanya sekedar dari mulut ke mulut .

QURAN SURAT 7 : 35

Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Kemudian setelah keturunan Adam berkembang pesat membentuk bangsa-bangsa, tentu ajaran yang dibawa oleh Adam sudah tidak murni lagi karena sudah tercampur antara ajaran Adam dan apa yang dipikirkan oleh masing-masing Bangsa. Karena buku pegangan tentang Ajaran Allah (Kitab) tidak ada karena memang belum dibukukan. Untuk itulah Allah mengutus para nabi secara berganti.

QURAN SURAT 3 : 81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: �Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya�. Allah berfirman: �Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?� Mereka menjawab: �Kami mengakui�. Allah berfirman: �Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu�.

QURAN SURAT 3 : 144

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

(tulisan lambang). Jadi mereka menulis paling diatas batu atau tulang dan kulit. Kalau diatas kulit kemungkinannya juga kecil, karena Jaman Mesir Kuno sedikit sekali tulisan diatas kulit yang ada, atau sudah pada musnah. Bayangkanlah kalau kitab suci yang tebalnya sebuku ditulis diatas batu, bagaimana membawanya atau menyimpannya. Kalau diatas kulit, tentu akan rusak dalam puluhan tahun jika tidak dirawat. Dan jika rusak, sedangkan yang hafal ajaran Allah saat itu tidak ada, tentu saat ditulis kembali hanya berdasarkan ingatan. Tentu itu rentan akan kekurangan atau kelebihan ayat-ayat saat menulisnya kembali, bahkan mungkin akan menulis yang seharusnya tidak ditulis. Untuk itulah karena masih susahnya manusia dalam menyimpan ajaran Ilahi melalui tulisan, menyebabkan ajaran Ilahi lambat laun juga mengalami kemerosotan dan Metamorfosis dengan pikiran-pikiran kaum yang ingkar kepada Allah.Untuk itulah Allah melalui Yesus (Yesus lahir pada 1 M atau 2007 tahun yang lalu) mengajarkan kembali Ajaran-Nya yang pernah dibawa Musa agar diajarkan kembali. Tetapi Kaum Yahudi tidak mengakui Yesus, padahal Yesus ingin meluruskan ajaran Musa yang diselewengkan.Kemudian saat Ibrahim lahir (+/- 4.300 SM atau 6.307 tahun yang lalu), maka Allah mengajarkan kembali ajaran-Nya kepada Ibrahim. Dan diteruskan ke jaman Musa (+/- 2.000 SM atau 4007 tahun yang lalu). Tetapi tetap saja saat itu kaum Ibrahim dan Musa belum mengenal sebangsa Kertas atau alat tulis menulis secara baku. Jaman Mesir Kuno sebagai Bangsa adikuasa saat itu, saat jaya di bawah Firaun (+/- 2.000 SM atau 4007 tahun yang lalu) dengan Piramid yang megah dan sejaman dengan Musa saja baru mengenal tulisan

QURAN SURAT 2 : 101

Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah).

Pada saat Musa dan Yesus lahir , disekitarnya adalah kaum penyembah berhala yang suka akan sihir. Ilmu sihir mereka sanggup membelokkan ajaran Tauhid kepada Allah. Kaum ahli sihir tersebut mengingkari ajaran Allah yang dibawa oleh para nabi, dan ingin agar seluruh manusia menjauhi ajaran Tauhid dari Ibrahim. Untuk itulah sengaja Allah memberi Musa dan Yesus sebuah Mukjizat yang sanggup mengalahkan para tukang sihir tersebut

QURAN SURAT 2 : 87

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhulkudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?



Sekali lagi, ketika Yesus masih hidup, alat tulis menulis dan kertas juga masih terbatas. Untuk itulah ajaran-ajaran Yesus yang pernah dibawa oleh Musa juga menjadi tersebar kemana-mana, sehingga 100 Tahun setelah Yesus meninggal, para pengikutnya berusaha mencari naskah-naskah yang diyakini sebagai milik Yesus dari transrip-transkrip kuno. Dan tentu saja hal ini dapat menyebabkan bercampurnya antara ajaran asli Yesus dan Ajaran pengikut Yesus atau manusia lainnya.



Untuk itulah Allah mengutus Muhammad sebagai Umat pertengahan. Yang mengajarkan kembali apa yang pernah dibawa oleh Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa juga Yesus. Umat pertengahan sebagai umat yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Mengapa Allah mengutus Muhammad 600 tahun setelah Yesus (600 M atau 1428 tahun yang lalu), tidak sekarang?, bukankah saat ini Kertas dan alat tulis serba canggih seperti : CD, Komputer dll. Sebab, saat itulah saat yang tepat. Karena ajaran yang keliru tentang Allah sudah mulai menyebar ke seluruh dunia, sehingga harus segera diutus Nabi Muhammad yang segera membendung ajaran yang keliru tersebut.

QURAN SURAT 2 : 146

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Bayangkan jika Islam diajarkan dengan diutusnya seorang Muhammad saat ini abad 20, ketika Amerika menjadi Negara Super Power. Tentu Muhammad yang Mukjizat terbesarnya Al-Quran tidak bisa menahan serangan Bom Nuklir Amerika. Sehingga susah kalau diturunkan saat ini. Dan Syar Islam tentu mati sebelum menyebar.

QURAN SURAT 4 : 170

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

QURAN SURAT 2 : 119

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka

Dan ketika masa Muhammad hidup, Kertas dan alat tulis menulis dari Cina sudah mulai digunakan, meski yang lainnya masih menggunakan kulit domba. Dan Al-Quran adalah bahasa yang mudah dihafal, banyak penghafal-penghafal Al-Quran di jaman nabi sampai sekarang. Sehingga segala bentuk penulisan kembali akibat rusak kertasnya akan dapat diketahui melenceng tidaknya. Dan Nabi Muhammad adalah nabi tearkhir, begitu pula Umatnya juga Umat terakhir, dan setelah akhir yang ada hanyalah kiamat dan hari kebangkitan.



Kalau ada yang bertanya, mengapa setelah Muhammad tidak diturunkan nabi lagi?. Jawabannya : �Sudah ratusan nabi diutus sejak Ibrahim, Musa, Yesus sampai Muhammad, tetapi Sex bebas, Alkohol, Zina, Korupsi, Mafia dll semakin ganas�. Untuk apa diutus nabi lagi?. Muhammad-lah nabi terakhir, setelah itu hari penghakiman (kiamat). Hari terakhir ada 2, yang pertama saat kita mati (kiamat kecil) dan saat seluruh alam mati dan hancur (kiamat besar).



Kesimpulannya

QURAN SURAT 2 :132-133

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): �Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam�. Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: �Apa yang kamu sembah sepeninggalku?� Mereka menjawab: �Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.�

QURAN SURAT 3 : 68

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

QURAN SURAT 2 : 135-136

Dan mereka berkata: �Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk�. Katakanlah: �Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik�. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): �Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya

QURAN SURAT 2 : 140

ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: �Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?� Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

QURAN SURAT 3 : 67

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.�

QURAN SURAT 3 : 19

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Wassalam.
Ada kesalahan di dalam gadget ini


Google Translite.



English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google